Home

Sabtu, 22 Feb 2014

Hari ini adalah jadwal kontrol ke dokter kandungan. Usia kandungan memasuki 38 minggu, bayi sudah siap untuk dilahirkan. Sejak awal kehamilan, saya rutin kontrol ke dr.Huzaemah Sp.OG (atau biasa dipanggil dr. Ema) di RSIA Budi Kemuliaan. Saya merasa cocok dengan beliau. Selain karena sesame perempuan, beliau ramah, lemah lembut, optimis, dan tidak pernah membuat pasien down.

Sesuai pesan dr. Ema minggu lalu, saya melakukan CTG terlebih dahulu untuk mengecek denyut jantung bayi dan frekuensi kontraksi. Alhamdulillah, denyut jantung Littlehaidar normal (sekitar 130 kali per menit) dan kontraksi sudah mulai ada menurut CTG. Tapi, saya sendiri belum merasakan apa-apa. Dr. Ema kemudian melakukan pemeriksaan dalam dan beliau menyimpulkan bahwa sudah mulai ada bukaan 0.5 cm. Beliau menyarankan saya untuk banyak berjalan kaki untuk merangsang kontraksi persalinan dan memberitahukan tanda-tanda harus segera ke RS. Apalagi berat dede bayi sudah mencapai 3549 gr. Sudah sangat besar 🙂

Minggu, 23 Feb 2014

Hari ini sudah keluar mucus, bentuk dan warnanya seperti ingus. Saya pun optimis Littlehaidar akan segera lahir.

Sabtu, 1 Maret 2014

Namun, apa mau dikata. Seminggu menunggu, tanda-tanda persalinan tidak kunjung datang. Padahal saya sudah merasa cukup banyak berjalan kaki plus naik turun tangga rumah. Hari ini pun saya kembali kontrol ke dokter kandungan sesuai jadwal. Usia kandungan memasuki 39 minggu. HPL adalah tanggal 4 Maret, tinggal 3 hari lagi.

Hal pertama yang saya katakan ke dr. Ema adalah bahwa saya galau menunggu kontraksi tak kunjung datang. Beliau kemudian melakukan pemeriksaan dalam kembali dan mengatakan sudah masuk bukaan 1 dan sebentar lagi menuju bukaan 2. Seingat saya beliau juga sempat bilang kalau kepala Littlehaidar miring cenderung terlentang (posisi mlumah) sehingga bukaan berjalan lambat. Beliau kemudian menyarankan saya untuk kembali melakukan CTG untuk mengecek kontraksi. Hasil CTG menunjukkan bahwa kontraksi sudah mulai teratur, tapi saya masih belum merasakan apa-apa.

Dr. Ema berpesan, jika sampai HPL belum melahirkan, saya disuruh kontrol lagi untuk mengecek kondisi Littlehaidar, plasenta, dan ketuban. Jika kondisinya masih bagus, bisa ditunggu 3 hari lagi sebelum melakukan tindakan. Di situ do’a saya untuk segera melahirkan makin kenceng, saya benar-benar pengen melahirkan alami.

Sorenya, saya minta suami untuk menemani berjalan-jalan. Tujuannya adalah Bakso Djarum, yang biasanya ditempuh dengan naik motor. Setelah berjalan jauh, ternyata baksonya tutup  Tapi tidak apa-apa karena niat utamanya adalah berjalan kaki. Kami pun memutuskan untuk pulang lewat jalan memutar via KS Tubun Raya. Kalau ditotal-total sore itu kami berjalan kaki sekitar 2-3 km.

Sampai ke rumah saya tepar. Kaki pegal-pegal dan rasanya ingin rebahan semalaman. Sekitar pukul 9 malam, saya merasakan sedikit kontraksi. Mirip kontraksi menstruasi, tapi belum sakit (Fyi, saya kalau menstruasi suka sakit bangeeeet nget nget nget sampai susah bangun dari tempat tidur). Pukul 12 malam, saya terbangun dari tidur karena ingin BAK. Dan alhamdulillah senang saat menemukan flek. Saya kembali tidur dan terbangun lagi pukul 3 pagi karena kontraksi semakin kuat, dan ketika dicek flek kembali muncul. Tapi saya masih bisa tidur sampai subuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s