Home

Saya melihat fenomena sekarang yang terjadi adalah diskon bukan membuat kita lebih hemat, tapi lebih konsumtif. Kadang-kadang kita beli sesuatu karena “oh mumpung diskon, kapan lagi diskon 90%”, padahal apakah barang tersebut benar-benar kita butuhkan?

Kasus yang lebih ekstrim adalah jika ada diskon memakai kartu kredit bank ABC, langsung deh dengan alasan “mumpung dan kapan lagi” itu kita pake kartu kredit untuk beli suatu barang, padahal apakah barang tersebut benar-benar kita butuhkan? Selain boros, juga menambah utang untuk kebutuhan yang nggak begitu penting.

Keluarga kami tidak menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran, melainkan tetap menganggapnya sebagai fasilitas pinjaman. Ya, kami punya masing-masing satu kartu kredit, itupun kami pilih yang syariah, serem banget kalo harus berhubungan dengan riba. Mau itu cicilan 0% atau apa kan tetep aja ya ada unsur “bunga” nya di dalam akad. Jikalau mendesak ada keperluan yang darurat atau tidak dianggarkan, kami memang menggunakan kartu kredit, dan diusahakan untuk dilunasi setelah tagihan datang. 

Beberapa kali saya juga terjebak paradigma diskon itu, dan yang ada hanya menyesal, ini barang nggak penting-penting amat kok ya dibeli 😦 Astaghfirullah…

Sebagai keluarga Muslim, yuk kita jauhkan diri dari sifat boros dan selalu meminta perlindungan Allah agar dijauhi dari sifat boros

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s