Home

Repost dari instagram @benefiko. Karena menurut saya, we need to know this. Terlalu banyak fakta yang disembunyikan dalam text book sejarah anak sekolah. Ada saatnya kita harus mengajarkan anak-anak kita dan memastikan mereka tahu fakta, bukan kebohongan.


kartini

Sebuah buku kopian, dari guru sekaligus rekan perjuangan kami.

Tragedi Kartini, sangat harus dibaca, untuk meluruskan pemahaman kita terhadap sosok Kartini, yang tiap tahun diperingati hari kelahirannya oleh penduduk negri ini. Selama ini kita hanya mendapatkan sosok Kartini melalui bentukan media dan propaganda kaum feminis yang menunggangi semangat perjuangan Kartini untuk mengopinikan ide-ide emansipasi kebablasan. Buku ini memyempurnakan rangkaian hal-hal yang selama ini mungkin tak terjelaskan (atau sengaja tak dijelaskan) oleh mainstream media.

Ibu Kartini wanita cerdas, tak pernah memperjuangkan emansipasi kebablasan yang menyalahi fitrah manusia sebagaimana yang digencarkan kaum feminis. Beliau hanya menuntut, agar para wanita mendapatkan akses pendidikan yang layak, agar dapat melaksanakan peran sebaik-sebaiknya di dalam rumah tangganya. Beliau prihatin terhadap tradisi yang diterapkan lingkungannya yang tak memberikan akses itu. Ibu Kartini tak meminta lebih. Beliau memahami peran wanita sebagai tonggak pembentuk peradaban. Sebagai ummu wa rabbatul bayt, dan madrasatul ula.

Beliau pada suatu masa memang pernah kecewa dengan agama yang dianutnya, Islam, saat guru ngajinya marah dan menolak mengajarkan terjemah Al-Quran yang dibacanya. Untuk apa membaca jika tak memahami, apakah agama terlalu suci untuk dipahami? Pada masa itulah beliau mencurahkan isi hatinya melalui surat kepada teman-teman “terpelajar” nya di luar negri. Hampir-hampir Ibu Kartini hendak meninggalkan Islam dan terseret kepada pemikiran orang-orang penganut theosofis tersebut.

Namun setelah itu beliau bertemu Kyai Soleh Drajat, seorang ulama besar yang bersedia mengajarkan kepadanya terjemah Al-Quran. Inilah fase Ibu Kartini mendapatkan pencerahan, menemukan apa yg sesungguhnya ia cari. Akalnya yang cerdas terpuaskan dengan kebenaran Islam yang dikajinya melalui Al-Qur’an “Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya.  Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya,  sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa  yang saya pahami.” Fase ini luput diungkap oleh media mainstream.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s