Home

Hmmm… mengingat sekarang online shopping sudah jadi lifestyle, rasanya jadi ingin bernostalgia mengenai pengalaman belanja online.

Pertama kali belanja online adalah tahun 2010, beli album Super Junior (Yes, saya juga pernah berada di masa-masa jahiliyah hehe). Karena itu album import dari Korea jadi ngga dijual di toko manapun. Sistem pemesanannya dulu lewat embedded form di Facebook dan konfirmasi pemesanan, pembayaran, dll dilakukan lewat email manual. Seiring berjalannya waktu ada juga e-commerce yang jual album Korea dan Jepang jkpoop.com (tapi setelah saya googling udah nggak ada ya sekarang?)

Dulu saya juga suka banget mantengin wholesaledress.net liat baju-baju impor yang lucu dan murah-murah, dulu UI-nya nggak sebagus e-commerce masa kini. Sekarang nampaknya dia udah re-branding ya.

Mulai rutin belanja online sekitar tahun 2011-2012, saat itu pula mulai mengenal banyak yang berjualan via account instagram. Beberapa website yang saya kenal pertama kali adalah blibli.com (dulu jualannya tiket event, saya beli tiket Badminton Indonesia Open di situ), tokobagus.com (sekarang udah jadi OLX, beli tas KW hehe), dan opentrolley.co.id (karena dia jual buku impor).

Dulu itu… belanja online benar-benar hanya barang-barang yang ga bisa ditemukan offline aja dan juga barang-barang impor.

Saya mulai keranjingan belanja online sejak punya anak (awal 2014), waktu itu lagi cuti melahirkan, ngurus anak full time, nggak bisa kemana-mana, kadang ada kebutuhan yang ingin dibeli, larinya belanja online. Termasuk untuk melepas stress, liat-liat barang lucu di instagram (udah mulai banyak public figure yang melakukan endorsement) dan memanfaatkan gaji yang ga dipake apa-apa karena emang nggak kemana-mana hehe 🙂

Setelah kembali kerja plus mengurus anak dan rumah tanpa bantuan suster/ART, belanja online menjadi penyelamat. Saya nggak punya banyak waktu untuk shopping kesana kemari. Mulai dari belanja kebutuhan bayi sampai bumbu dapur. Hampir tiap minggu ada aja paket yang nyampe ke meja kantor, sampai-sampai teman menjuluki saya “ratu belanja online”. Dan kebetulan saat itu mulailah muncul banyak situs e-commerce yang menjadikan pilihan semakin banyak!

Dan kayaknya lifestyle itu bertahan sampai sekarang, menghemat waktu, menghemat tenaga juga.

Alhamdulillah, saya nggak pernah mengalami penipuan saat belanja online. Kalau barang beda-beda dikit dari gambar ya wajar sih menurut saya. Kuncinya satu, pelajari baik-baik penjual, testimoninya bagaimana. Kalau e-commerce nama besar sih ga usah ragu lagi, nggak ada yang penipu. Mereka hanya pelaku bisnis yang tentunya mengincar growth dan pendapatan. Tenang aja kalo ada apa-apa pasti mereka mau ganti kok sbg bentuk pelayanan pelanggan.

Advertisements

One thought on “Pengalaman Belanja Online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s