Home

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At Taubah 24)

Jleb jleb jleb. Istighfar banyak-banyak 😦

Tiba-tiba jadi inget salah satu materi tentang “Memuliakan Tamu” waktu majlis taklim akhwat bersama Ustz. Erika Suryani Dewi (31 Agustus 2016).

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya dengan memberikannya hadiah”. Sahabat bertanya, “Apa hadiahnya itu, wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “(Menjamunya) sehari semalam. Jamuan untuk tamu ialah tiga hari, dan selebihnya adalah sedekah” (HR Bukhari – Muslim)

Seperti hadits di atas, tamu mempunyai hak untuk dijamu selama 3 hari degan cara diluar kebiasaan kita. Diriwayatkan ada tamu datang menemui Rasulullah pada malam hari, Beliau bertanya kepada istri-istrinya apakah ada makanan di rumah? Semua menjawab “Hanya air, ya Rasulullah”. Kemudian Beliau mengumumkan siapa yang di rumahnya memiliki makanan… ternyata ada satu rumah yang memiliki makanan untuk anak-anak. Tapi demi memuliakan tamu, keluarga tersebut rela menidurkan anak-anaknya dengan perut kosong dan menjamu tamu tersebut.

Mungkin kalo zaman sekarang pada protes ya ibu-ibu “Tega amat biarin anak-anak kelaparan”. Tapi saya memandangnya inilah bukti kita lebih mencintai Allah daripada mencintai anak-anak kita. Karena sesungguhnya suami kita, anak-anak kita, orang tua kita, tidak berhak kita cintai melebihi cinta kita pada Allah.

Caranya bagaimana? Caranya selalu mendahulukan kepentingan Allah. Selalu mendahulukan aturan-Nya.

Dan di akhir cerita, Rasulullah menyampaikan kepada keluarga tersebut bahwa Allah takjub dengan perbuatan keluarga tersebut yang luar biasa 🙂

Ah luar biasa ya bisa membuat Allah senang. Semoga kita bisa yaaaa….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s