Home

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini!

Memperdalam Al-Qur’an, dalam artian lebih memahami arti dan makna kandungan dari setiap ayat di dalamnya, untuk kemudian bisa mengamalkannya.

2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Karena saya Muslim dan Al-Qur’an merupakan petunjuk kehidupan bagi setiap Muslim, agar selamat di dunia dan di akhirat. Kita hidup di dunia ini hanya sementara saja, sedangkan di akhirat itu selamanya.

“Alkaisu mam daana nafsahu wa’amila limaa ba’dal mauti, wal’aajizu man atba’a nafsahu hawaahaa wa tamanna ‘alallahi” (HR Turmudzi, sanadnya hasan) .

“Orang yang pandai adalah yg mengevaluasi dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yg lemah adalah yg dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”

Untuk mempersiapkan kehidupan akhirat yang baik (surga) tentu kita harus mempersiapkan amalan – dan ilmu sebelum amal, jadi saya harus memahami dulu ilmunya, yaitu Al-Qur’an, sebaik-baik petunjuk.

Al-Qur’an membahas semua aspek dalam kehidupan, selain membahas tentang ibadah juga terdapat seluruh aspek lainnya, seperti mengenai alam semesta, akhlak dan sikap dalam menghadapi setiap permasalahan, kesehatan, keuangan, bahkan parenting dan masih banyak hal lainnya.

Sebagai seorang ibu, tentunya salah satu tanggung jawab saya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak saya. Karena meskipun kelak anak saya sekolah, tetap sekolah paling utama adalah saya. Untuk bisa mengajarkannya, tentunya saya sendiri harus mengerti terlebih dahulu.

“Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”
Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Karena saya ibu bekerja, dan anak saya masih balita, dan tidak memiliki ART/nanny, waktu merupakan keterbatasan saya, saya tidak bisa meninggalkan anak saya kecuali untuk jam kerja saja (pada saat itu anak saya di daycare). Ingin sekali mengikuti kelas tafsir offline, tapi dalam waktu dekat belum bisa terealisasi.

Beberapa strategi jangka pendek yang saya rencanakan untuk memperdalam Al-Qur’an adalah sbb:

  • Membaca dan mengkaji tafsir yang kredibel
  • Mengikuti kelas online mengenai bahasa Arab/tafsir, seperti Bayyinah Institute
  • Berdiskusi dengan suami secara terjadwal (akhir pekan)
  • Menghadiri kajian islam offline (insidental), sesuai dengan ketersediaan waktu.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Perubahan sikap yang harus saya ubah adalah lebih fokus dalam belajar dengan cara menyediakan waktu khusus untuk belajar supaya ilmu bisa terserap secara maksimal.

  • Jadwal belajar mandiri: 30 menit per hari, misalnya ba’da subuh sebelum anak saya bangun atau malam hari setelah anak saya tidur (disesuaikan dengan kondisi)
  • Jadwal diskusi keluarga: 30 menit saat akhir pekan (Sabtu/Minggu)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s