Home

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami Anda, buatlah surat cinta yang menjadikan Anda memiliki “alasan kuat”  bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak Anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami

Sebenarnya bikin surat cinta itu “bukan saya banget” apalagi harus pake kata-kata romantis yang bagi saya pribadi itu lebay dan bikin meringis.  Jadi, saya pun berusaha membuat surat cinta dalam Bahasa Inggris, agar tidak terlihat terlalu lebay.

Suami saya juga kaget dengan surat cinta yang saya buat, karena seperti yang tadi saya bilang, itu “bukan saya banget”. Suami saya terharu membaca surat dari saya sampai menitikkan air mata, katanya 🙂

Hal yang saya tekankan dalam surat cinta bahwa saya sangat bersyukur bisa membangun keluarga bersamanya. Jika ada pepatah “rumput tetangga lebih hijau”, tidak bagi saya. Rumput saya jauuuuuuhhhhhhh lebih hijau dari rumput tetangga.

Sejak membangun keluarga bersama, saya semakin dekat dengan Allah dan lebih memahami arti kehidupan ini untuk apa. Dan saya juga berterima kasih atas semua kesabaran dia selama ini. Super sabar dalam menghadapi wanita yang cenderung moody ini.

b. Lihatlah anak-anak Anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing

Saya baru memiliki satu anak laki-laki usia 3 tahun, tetapi menurut saya sedikit banyak sudah ada potensi-potensi yang terlihat.

Jika dilihat dari peminatan / bakat, anak saya memiliki potensi di bidang bahasa / verbal / komunikasi, lebih tertarik belajar huruf dibandingkan angka, bisa berkomunikasi secara dewasa dan bisa diajak bernegosiasi, dan senang membaca.

Jika dilihat dari kepribadian, potensi-potensi dari diri anak saya adalah sbb:

  • Observer – senang mengamati hal-hal di sekelilingnya, termasuk di dalamnya berhati-hati sebelum melakukan tindakan
  • Analyzer – kecenderungan menganalisis keadaan atau benda sebelum melakukan tindakan, gemar berimajinasi dan mengeksplor benda-benda yang diberikan
  • Fast Learner – mudah menangkap apa yang diajarkan jika disampaikan sesuai dengan gaya belajar dia, senang belajar hal baru
  • Good Emotional Management – sangat jarang tantrum dan marah-marah nggak jelas, bisa diajak bernegosiasi, dan menyampaikan perasaannya
  • Organized – suka keteraturan, tidak suka keadaan yang kotor dan berantakan

c. Lihatlah diri Anda, silakan cari kekuatan potensi diri Anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa Anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang Anda miliki

Setelah dilihat-lihat potensi saya mirip dengan anak saya, eh salah, mungkin harusnya potensi anak saya mirip dengan saya ya. Saya melihat anak saya sebagai cerminan diri saya dan memiliki potensi yang sama dengan saya. Sisi positifnya saya sangat mengerti anak saya di mana kekurangan dan kelebihannya, karena saya juga mengalaminya. Jadi saya tahu apa yang saya harus lakukan untuk memperbaiki kekurangannya, karena berkaca dari pengalaman saya waktu kecil, ada hal-hal yang tidak saya sukai dari orang sekitar saat memandang kelemahan saya. Saya bisa mencari cara apa yang paling optimal untuk memaksimalkan potensi anak saya dari sekarang.

Seperti yang saya tulis di ‘surat cinta’ untuk suami, potensi suami saya istilahnya berhasil “bring out the best in me”. Kita sama-sama belajar supaya masing-masing menjadi lebih kuat. Karena menurut saya, keluarga itu bukan saling melengkapi, kelemahan yang satu ditutupi kelemahan yang lain. Tapi saling menguatkan, mengubah kelemahan yang satu menjadi kekuatan. Saya memiliki tekad yang kuat untuk berubah dan suami saya memiliki kesabaran yang luar biasa. Jadi kita bisa sama-sama berubah ke arah yang lebih baik.

Tentu ada isu dalam keluarga kami, tapi kami benar-benar saling terbuka, tidak ada yang disembunyikan satu sama lain, saling mengoreksi dan mengakui kesalahan masing-masing. Dan sedang dan akan selalu memperbaikinya.

All in all, saya sangat bersyukur atas kehadiran suami dan anak saya. Dengan kondisi saya bekerja, suami bekerja, anak saya di daycare, kita nggak punya ART, nggak pake suster, merantau nggak dekat dengan orang tua…. tapi kita sangat bahagia. We’re a great team! Dan ini awal yang baik untuk membangun peradaban dari dalam rumah, insya Allah.

d. Lihat lingkungan di mana Anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan Anda? Adakah Anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga Anda dihadirkan di sini?

Lingkungan tempat tinggal merupakan lingkungan yang challenging bagi saya. Kami tinggal di area pemukiman biasa (bukan kompleks atau cluster). Dan kami praktis hanya full berada di rumah waktu weekend (itu pun jika tidak ada aktivitas ke luar). Interaksi dengan tetangga jarang. Apalagi tetangga beda generasi huhuhu. Tetangga kiri seorang nenek yang tinggal sendirian dan seringkali menginap di rumah anaknya. Tetangga kanan seorang ibu yang anak pertamanya aja udah kuliah. Saya yakin ada hikmah kenapa kami ditakdirkan tinggal di rumah yang sekarang, tapi sampai saat ini kami belum berhasil menemukannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s