Home

NHW #6 ini membahas tentang aktivitas dan jadwal harian seorang ibu profesional. Mengingat saya seorang perfeksionis, tentunya saya sudah punya jadwal harian. Mungkin sesama orang perfeksionis tahu betapa tersiksanya kalau melakukan sesuatu yang tidak terencana. Jadi, di NHW ini sekalian saya review ulang jadwal harian yang saya miliki sekarang ini.

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting!

Mengingat saya adalah working mom, 9 jam waktu saya tiap hari Senin-Jumat dihabiskan di kantor. Jadi saya tidak memasukkan kegiatan bekerja ini untuk menjawab pertanyaan no.1 karena sudah merupakan tanggung jawab dan tidak bisa diganggu-gugat.

3 aktivitas paling penting:

  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas beribadah, termasuk di dalamnya belajar Al-Qur’an (NHW #1)
  • Belajar ilmu perkembangan anak berbasis Islam (creative & play-based) sebagai salah satu ilmu yang diperlukan untuk mencapai misi hidup (NHW #4) dan utamanya tentu untuk saya praktekkan di keluarga saya sendiri, mendidik anak saya dengan benar
  • Mengadakan aktivitas homeschool untuk anak saya (NHW #2). Di NHW #2 saya tuliskan aktivitas ini minimal 1 jam saat weekend dikarenakan saat weekday saya bekerja dan anak saya juga sudah mendapatkan aktivitas & program pengembangan di daycare. Aktivitas ini saya perluas definisinya bukan sebatas aktivitas yang melibatkan resources atau apparatus melainkan aktivitas diskusi dengan anak mengenai lingkungan sekitar atau kehidupan sehari-hari, sehingga lokasinya bisa lebih fleksibel seperti misalnya di perjalanan

3 aktivitas paling tidak penting:

  • Membuka social media
  • Menonton video yang bersifat hiburan
  • Tidur (karena kadang saya tidur terlalu banyak!)

2. Waktu Anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Selain untuk bekerja di kantor, waktu saya habis untuk tidur. Ini serius. Insya Allah, ketika saya bangun saya produktif. Untuk kegiatan tidak penting seperti membuka social media & menonton video pun tidak sampai 30 menit per hari. Tapi kalau tidur bisa keenakan dan sulit untuk bangun. Jadi PR besar saya adalah bangun lebih pagi dan tidak tidur setelah Sholat Subuh.

3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup Anda!

  • Akan mendedikasikan waktu untuk belajar Al-Qur’an 30 menit setiap hari
  • Akan mendedikasikan waktu untuk belajar ilmu perkembangan anak berbasis Islam 30 menit setiap hari
  • Fokus mengajak anak diskusi atau memberikan value added lainnya selama perjalanan dengan mengurangi: lirik-lirik gadget atau asyik baca buku sendiri di mobil selama perjalanan ke dan dari kantor/daycare

4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu” dan patuhi cut off time!

5. Jangan izinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian Anda

6. Setelah tahap di atas selesai Anda tentukan, buatlah jadwal harian yang paling mudah dikerjakan!

7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Ya, mari tanpa berlama-lama lagi, kita revisi jadwal harian saya 🙂

Semoga dimampukan Allah untuk bangun lebih pagi dan berjuang melawan rasa malas bangun dari tempat tidur. Kalau tidak terlaksana, konsekuensinya adalah datang telat ke kantor 😦

daily-schedule

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s