Home

Alhamdulillah, akhir Maret lalu saya, suami, dan littlehaidar (3 tahun) melakukan perjalanan ke Seoul selama 4 hari efektif. Sempat deg-degan karena udah lama banget nggak naik pesawat terbang (yes, saya se-penakut itu), terakhir naik pesawat terbang tahun 2014 jarak dekat ke KL waktu littlehaidar masih 7 bulan. Bepergian ke negara mayoritas non-Muslim dan membawa balita tentu sangat challenging, terutama dalam hal menemukan makanan yang halal (bener-bener halal, bukan mengira-ngira halal ya), mencari tempat sholat, menjaga mood sang anak, dan persiapan fisik gendong anak kalo anak capek.

Saya mau share beberapa tips seputar persiapan dan perjalanan ke Korea Selatan. Untuk itinerary akan di-share di post terpisah ya 🙂

1. Tiket Pesawat

Penerbangan ke Seoul memakan waktu sekitar 6.5 sampai 7 jam, termasuk lama untuk ukuran balita, jadi rasanya opsi penerbangan dengan LCC harus dicoret.

Beli tiket pesawat jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang murahSaya terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan membeli tiket secara impulsif bulan Agustus lalu saat ada online payday sale (7 bulan sebelum keberangkatan). Saya mendapatkan deal yang cukup bagus tanpa harus susah payah ngantri travel fair. Tapi kalau ada yang niat datang ke travel fair, bisa dapat harga yang lebih miring nampaknya.

Bulan Januari – Maret biasanya low season, karena sedang winter dan bunga pun belum bermekaran. Bulan April dan seterusnya harga tiket mulai naik.

Oh ya, Garuda Indonesia juga menjamin semua makanan disajikan berdasarkan islamic principle, jadi makan pun tenang (ya walaupun mereka menawarkan beer & wine juga .____.)

2. Penginapan

Strongly recommended untuk menyewa penginapan (guesthouse) di sekitar Usadan-ro, Itaewon, sekitar Seoul Central Mosque. Selain memudahkan para pria untuk sholat ke mesjid, juga di sekitar situ banyak sekali restoran halal, kedai halal, dan minimarket yang hanya menjual produk-produk halal. Mesikipun jalanan agak berbukit… Kami mencari penginapan via airbnb. Harganya terjangkau, di bawah Rp 500,000 untuk 1 malam.

20170330_085422

Neighborhood di sekitar penginapan

Kami mencoret opsi hotel. Selain karena lebih mahal, toh breakfast di hotel pun nggak bisa kita makan, karena kita ragu makanan yang disajikan halal atau nggak, ayam dan sapi disembelih dengan nama Allah atau tidak (please refer to Al Baqarah 173). Belum lagi peralatan masak dan makan kalau bekas babi atau daging yang tidak disembelih dengan nama Allah jatuhnya masih najis kecuali sudah dibersihkan dengan cara membersihkan najis berat.

Oh ya, jangan lupa bawa peralatan makan sendiri ya, usahakan tidak menggunakan yang disediakan penginapan. Kami membawa beberapa piring, mangkok, gelas, sendok, garpu plastik yg microwave safe.

Kami tidak menggunakan alasan darurat karena ini bukan kondisi darurat, ini kita hanya jalan-jalan lho, dan kita punya kuasa, kesempatan, dan kemampuan untuk memilih yang kehalalannya tidak diragukan.

3. Visa

Setelah dapat tiket dan penginapan, mari mengajukan visa. Mengapa demikian? Karena tiket tentu perlu untuk menentukan tanggal perjalanan dan penginapan untuk isi alamat tempat tinggal di visa. Sudah banyak ya blog yang membahas cara apply visa, salah satu yang lengkap adalah ini. Oh ya karena satu keluarga, untuk source of fund di visa bisa refer ke salah satu rekening saja kok, kebetulan kami memang punya satu rekening khusus untuk tabungan keluarga.

Apply visa nggak perlu datang semua, salah satu saja. Datang, serahkan dokumen, bayar (hanya boleh cash!), cek status di website, kalo udah approved tinggal ambil.

Tips: Nggak boleh parkir di Kedubes Korea, disarankan naik ojeg aja :p

4. Transportasi 

Google Map nggak laku di Korea, saya pake Naver Map (tapi ini dalam Bahasa Korea, nanti saya bikinkan tutorialnya di post terpisah). Insya Allah, anti nyasar karena lengkap dan detail banget.

Saya nggak bawa stroller karena (1) littlehaidar memang nggak betah pake stroller dari kecil (2) mobilitas susah dan terhambat (apalagi kalo pake transportasi umum), jadi saya bawa carrier saja, itu pun sewa dari babyloania.

Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah, beli T-money! Belinya bisa di convenience store seperti CU atau GS25, di airport juga ada, kartunya seharga ₩4,000 dan langsung top-up saja seperlunya. Selain di convenience store, top-up juga bisa dilakukan di mesin top-up yang ada di stasiun subway.

Dalam kota di Seoul ada 3 transportasi umum utama (jangan khawatir karena bawa anak kecil, jadi alhamdulillah ada aja yg nawarin duduk):

  • Subway: Saya pribadi kurang suka naik subway, apalagi bawa balita. Dari atas masuk ke stasiun hampir pasti tangga. Baru di dalamnya ada eskalator. Belum kalo harus transit dari line satu ke yang lainnya yang jalannya cukup dan jauh. Kasian anakku kecapean jalan… Subway nggak jauh beda dari MRT Singapore dan menurut saya jalannya lebih dekat sih. Tapiiii kalau udah punya Naver Map, nggak perlu liat peta subway lagi, tinggal perhatikan arah di dalam stasiun saja. Bayar subway pake T-money, di-tap di pintu masuk dan keluar stasiun. Tenang saja, pengumuman stasiun pemberhentian ada di LED di dalam kereta, dan diumumkan dalam B. Korea, B.Inggris, B.Mandarin dan B.Jepang.
  • Bus: Favorit saya naik bis, walaupun surprisingly, nyetirnya 11-12 sama Kopaja di Jakarta. Halte bis ada di pinggir jalan, nggak pake naik turun tangga, dan seringkali lebih dekat dengan tempat tujuan.  Di Seoul ada 4 warna bis, sama seperti karakter Tayo the Little Bus: biru, hijau, kuning, merah. Selengkapnya bisa dibaca di sini. Jangan lupa baca rute bis yang terpampang di halte untuk meyakinkan kita ada di arah yang benar. Masuk bis lewat pintu depan dan turun lewat pintu belakang. Bayar bis juga pake T-money, di tap di pintu depan saat naik, dan di tap di pintu belakang saat akan turun. Pengumuman halte pemberhentian  ada di LED di dalam bis, dan diumumkan dalam B. Korea & B.Inggris.
IMG-20170329-WA0055

Halte bus, ada keterangannya, di sini lewat bis apa aja, dan rute setiap bis

DSC02266

Tapi… nggak semua halte bus ada tempat duduknya

20170329_173310

The Real Tayo, sayangnya pas ini lewat Littlehaidar lagi bobo 😦

IMG-20170329-WA0015

Interior bis, tap T-money di pintu depan saat masuk

DSC02286

Selalu dapat duduk karena bawa bocah

DSC02284

Tap T-money di pintu belakang saat akan turun

IMG-20170329-WA0017

Sibuk liat Naver Map, takut nyasaaaaarrrrrr

  • Taksi: Kalau udah cape banget, littlehaidar mood-nya nggak bagus, bawaan banyak, mari naik taksi saja. Taksi ada yang warna orange dan silver. Jangan naik taksi warna hitam, karena itu premium taxi. Boleh memberhentikan taksi di pinggir jalan, tapi jangan di halte bis, karena akan menganggu lalu lintas bis yang akan berhenti di halte. Argo taksi mulai dari ₩3,000. Tips: Tuliskan alamat yang dituju dalam Hangul (bisa di notebook atau HP) untuk menghindari mispronunciation. 
DSC02285

Naiklah taksi berwarna orange atau silver, yang paling common adalah Haechi Seoul

IMG-20170329-WA0038

Taksi canggih, semua ada GPS, bisa bayar pake T-money

Sementara dari dan ke airport ada beberapa opsi transportasi, yaitu AREX express train, AREX all-stop train, dan airport limousine bus. Kami memilih AREX all-stop train karena paling murah, bedanya cukup jauh dengan yang lainnya. Penampakannya mirip subway dan berhenti di setiap stasiun, tapi nggak terlalu crowded kok, tetap nyaman! Bayarnya bisa pakai T-money.

5. Komunikasi

Supaya buka Naver Map tetep lancar dan nggak nyasar, kami memutuskan menyewa wifi router dari Wi2Fly. Unlimited data dan bisa diakses oleh beberapa device. Kami menyewa dengan rate Rp 60,000 per hari. Recommended, nggak pake ribet ordernya 🙂

6. Makanan 

Seperti yang disebutkan pada poin 2, jangan makan di restoran yang tidak jelas kehalalannya. Beberapa restoran di Korea Selatan sudah halal certified atau carilah yang pemiliknya Muslim (ini banyak di sekitar Itaewon). Ayam dan sapi kita tidak tahu bagaimana penyembelihannya dan mengingat mayoritas non-Muslim kita memilih untuk tidak berhusnudzhan terkait cara penyembelihan.

Hindari sembarangan membeli makanan di pinggir jalan, kecuali mau repot-repot bertanya ke penjualnya memastikan komposisi dan peralatan masak yang digunakan. Kami pernah membeli Egg Bread di Myeongdong, itu pun karena penjualnya Muslim. Untuk minuman, cukup banyak yang halal, seperti jus dan lemonade di pinggir jalan.

Jangan lupa bawa bekal cemilan yang banyak, terutama cemilan anak. Saya bawa: sereal, biskuit favorit, instant mashed potato, kering tempe, kering kentang, abon, bubur instant anak merk Peachy, susu UHT, Energen, Hot Chocolate.

Tips: Quick meal: beli instant cooked rice di convenience store, hangatkan 2 menit di microwave, sajikan bersama abon & kering kentang/tempe 🙂

7. Cuaca

Akhir Maret, cuaca masih cukup dingin, pagi/malam di kisaran 3°C siang di kisaran 12°C. Saya dan littlehaidar adalah fans udara dingin jadi seneng banget dengan cuaca segitu segarrrrr (lho?). Tapi jadinya bikin kulit gatel dan kering sih. Saya pakaian sehari-hari aja cuma ditambah winter coat. Suami juga pakaian sehari-hari tapi ditambah winter sweater + jaket tebal.

Littlehaidar’s outfit –> Atasan (kaos dalam, kaos lengan panjang, winter coat); Bawahan (legging, celana panjang, kaos kaki, sepatu). Jangan lupa dioles yang hangat-hangat dulu badannya misalnya pake Transpulmin. Dan bibir dioles lip balm, soalnya dingin banget bibir bisa sampe berdarah. Nggak punya lip balm anak, jadi littlehaidar pake lip balm organik punya ibu hihi ^^


Kalo ada yang nanya tips traveling bersama balita apa? Ga ada yang aneh kok, kita memang sering bertiga aja, memang ini yang paling jauh, tapi bukan paling lama. Pernah mudik roadtrip 10 jam :p Don’t worry… cranky dikit kalo ngantuk mah biasa 🙂

Siapkan cemilan, mainan, dan stay strong aja. Terutama para ayah yang kebagian gendong bocah hampir 15 kg.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Tips Liburan ke Korea Selatan (Muslim-friendly & Kid-friendly)

  1. menarik sekali info nya mba..salah satu negara yg pengen saya kunjungi korea selatan, btw kalau urusan makanan: korea jg banyak menu seafood nya kan ya..itu bs menjamin kah..isinya aman buat kita, slm kenal.

    Like

    • Salam kenal juga mbak 🙂
      Untuk seafood sebaiknya ditanya pada penjualnya mbak, apakah bumbu yang digunakan mengandung alkohol atau tidak?
      Dan apakah mereka menjual daging-dagingan lainnya? Khawatir alat masaknya tercampur soalnya mbak 🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s