Home

Bukcheon Hanok Village

Bukchon Hanok Village ini salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Korea. Sebenarnya, Bukchon Hanok Village ini adalah pemukiman biasa, tapi rumah-rumah di sana bentuknya masih Hanok (rumah tradisional Korea). Areanya sangat bersih. Tapi di sana tidak boleh berisik karena memang ada penghuninya 🙂

Udah sih gitu aja.

Untuk sampai ke Bukchon Hanok Village bisa naik subway turun di stasiun Anguk. Di stasiun Anguk ada Daiso lho, jadi bisa sekalian mampir belanja dulu. Di stasiun Anguk juga ada kakek-kakek tourism volunteer berbaju merah yang bisa Bahasa Inggris. Beliau membagikan peta dan menjelaskan objek wisata di sekitar Bukchon, yaitu Bukchon Hanok Village, Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace, dan Jongmyo Shrine. Keluar stasiun juga cukup mudah menemukan kakak-kakak tourism volunteer ini, jadi jangan takut tersesat.

Gyeongbokgung Palace

Teorinya, dari Bukchon Hanok Village ke Gyeongbokgung Palace bisa dicapai dengan jalan kaki. Tapi alkisah, ada anak yang males jalan ya susah juga ya kalau mau maksain jalan kaki sambil gembol bocah 15 kg. Jadilah kita balik lagi ke stasiun subway dan naik subway ke stasiun Gyeongbokgung (hanya satu pemberhentian saja).

Stasiun Gyeongbokgung ini langsung tersambung ke pintu masuk di samping istananya. Karena sejujurnya saya nggak terlalu tertarik dengan istana jadi cuma numpang lewat dan sedikit foto-foto saja. Apalagi hari itu entah kenapa cuaca jadi cerah dan menurut saya sih agak panas.

Gwanghwamun Square

Di depan pintu utama Gyeongbokgung Palace terbentanglah Gwanghwamun Square. Apakah itu? Taman berbentuk persegi panjang yang membelah jalan Gwanghwamun, di sana ada patung King Sejong.

Area Gwanghwamun ini kawasan bisnis ya, jadi kiri kanan adalah gedung pencakar langit dan banyak para karyawan kantoran berpakaian rapi.

Alkisah, kami tidak ke Gwanghwamun Square, tapi hanya menyusuri trotoar sepanjang jalan Gwanghwamun untuk menuju ke Cheonggyecheon Stream. Mungkin sekitar 700m ya kami berjalan kaki.

Cheonggyecheon Stream

Apakah ini? Ini adalah sungai di tengah kota yang airnya sangat jernih.

Udah sih itu aja hehe.

Di sini kami kemudian merenung, karena ternyata udah keburu lapar dan nggak ada makanan halal-certified di sekitar. Menurut itinerary, tadinya mau ke COEX Mall di area Gangnam, sekalian sholat di sana. Tapi kok berasa kejauhan. Dipikir-pikir mendingan pulang dulu ke Itaewon aja.

Namun di perjalanan menuju halte bis kami menemukan….

K-Style Hub

K-style Hub ini istilah keren dari Korea Tourism Organization Office (KTO). Dan saya baru keinget di sini kan ada mushola! Akhirnya masuk dulu kita untuk sholat. Bangunannya sangat resmi dan nggak terlalu ramai turis ternyata. Padahal cukup banyak aktivitas yang ditawarkan, termasuk sewa Hanbok gratis!

Mushola-nya kecil sih, hanya cukup 2 orang, tapi nyaman kok. Pria dan wanita juga terpisah.

Toilet di sini juga canggih banget lho, banyak tombolnya, istilahnya “bidet”. Dan alhamdulillah, ada airnyaaaaa kayak di Indonesia haha.

Sewa Hanbok gratis, tapi harus daftar dan antri.  Katanya Hanbok boleh dibawa keluar selama sekian menit (lupa persisnya berapa) dengan meninggalkan paspor. Tapi kita mah enggak ah, cuma seru-seruan foto di dalam aja 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s